Test Honda CBR 600RR 2008 VS Yamaha R6 VS Superbike ( GSX-1000RR K8,CBR 1000RR, Ducati 999, 1098)

IMGd_1292 

Ricky Ristan Milimotor Bikeart Racing Team

IMG_1096_resize

Pengetesan dijalan raya sebenarnya cocok untuk membuktikan performa motor Honda 600cc ini, tapi kebetulan jalanan diJakarta khususnya dan iklim di Indonesia tidak cocok untuk spek mesin motor sport nunduk yang mengharuskannya udara bebas dapat segera mendinginkan mesin 4 silinder segaris dan tertutup rangka kokoh dan fiber bodynya. Oleh karenanya test langsung dilakukan oleh Ricky pembalap skaligus tester motor Bikeart sendiri pada seri kejuaraan kejurnas supersport 600cc kelas pemula disentul beberapa tahun silam.

Start menempati grid posisi ke 8 dalam balap kelas campuran superbike dan supersport merupakan tahap yang lumayan, karena tidak hanya diikuti motor ber cc 600 melainkan superbike 1000cc seperti GSX 1000 R K8, CBR 1000 RR, Yamaha R1, bahkan Ducati 999 Testatreta dan Ducati 1098 ikut dalam starting pada kelas ini.

Akselerasi Honda CBR 600 ini cukup untuk cepat melesat saat lampu hijau menyala didepan garis grid posisi, gigi satu sedikit melonjak karena clutch dilepas tepat pada posisi rpm sekitar 10.000, sedikit diselip pada clutch dengan kelihaian jari melepaskannya motor langsung terlontar kedepan, sambil menundukkan badan posisi menyeimbangkan badan dan motor. Karena 600cc tentu lebih ringan keberuntungan melewati motor-motor superbike 1000cc adalah salah satu faktornya.

read more….

Masuk tikungan R1 sentul rame-rame cukup menegangkan karena posisi kita sangat rapat satu pembalap dengan pembalap lainnya. Sampai posisi gigi 3 tidak terlalu tertinggal dengan motor-motor sekelas 600 apalagi dengan 1000, namun selepas tikungan R1 ehmm…benar-benar seperti tak berdaya meliat liarnya para penunggang superbike terlebih Ducati 1198..sepertinya Pak Nugroho, kencang sekali dan motor 600cc saya dibandingkan dengan saat kita memakai motor NSR 150 standart melawan NSR 150 Sport tune-up abis….

Posisi tegang saya waktu Momon atau Sudarmono dari Tim Yamaha Petronas Star Motor dengan motornya Yamaha R6 bernomor depan 54 ketat menempel saya mulai keluar tikungan S gede menuju tikungan terakhir, dia pembalap berpengalaman yang sudah lama memegang motor 600cc bahkan dia dalam level seeded A sedangkan saya sendiri baru tahun lalu lepas dari kelas MP 5, yakni balap bebek 4 tak 110 cc. Waktu tahun lalu itu saya geber habis performa Suzuki Smash 110 cc..hehehehe, nah balik ke cerita ini Si Sudarmono sudah jelas gemas melihat saya menutup-nutupi racing linenya, tapi tidak begitu saja saya melepas posisi terdepan kala itu..sambil ingin mengerti sampai sejauhmana kekuatan saya bertahan didepan dari pembalap lebih senior dari saya. Memang walau motor terlihat sama 600cc antara punya saya CBR 600RR dengan punya Si Momon R6 tapi jelas jam terbang tentu memaksimalkannya menekuk stang dengan lebih mantap untuk tetap tajam dalam racing linenya. Jelas tidak berapa lama saya diposisi terdepan lalu selepas tikungan akhir pada street seperti kehabisan nafas motor CBR standart ini melawan R6 yang jelas sudah dikilik untuk posisi balap seri Asean Road Race. (aksi cerita pada gambar dibawah ini)

IMG_1195_resize IMG_1196_resize IMG_1197_resize IMG_1198_resize

Dibandingkan ccnya yang berbeda jauh CBR 600RR 2008 dan Suzuki GSX-1000RR K8 dengan nomor depan 7 dan angka K8 yang menandakan tahun pembuatan 2008, namun saat balap bercampur pemula, senior, dan balap pengusaha tentunya tidak bisa dibandingkan apalagi dikomparasi yang tepat, namun menyisakan sedikit cerita seru kala itu. Dibeberapa kesempatan walau namanya pembalap pengusaha yakni mereka yang turun serta balap namun bukan pembalap profesional tentu tetap dapat mengas motornya pada jalur lurus atau street line, nah pada kesempatan itu saya juga dengan CBR 600 ini mengimbangginya dengan habis-habisan mengegas motor dan berusaha nunduk abis tanpa menoleh-noleh agar walaupun ketinggalan laju 600 pada saat topspeed dengan motor 1000 paling tidak saya dapat mengerti jarak dan rentang perbedaan kedahsyatan motor saya dan motor mereka yang 1000 superbike. Walau terkadang saya dengan 600 cc ini diposisi depan dan kadang mereka yang 1000 pemula diposisi depan, saya cukup salut karena keberanian serta semangat mereka bukan sekedar penghobi motor yang hanya memajang-majang motornya saja, tapi mereka benar-benar berani mempertaruhkan resiko yang tak sedikit baik badan atau motor dengan mengikuti kelas balap campur ini bila terjatuh, semoga para pembaca dapat menyaksikan aksi balap superbike vs suppersport kalau mungkin diadakan lagi ditahun 2013 ini.( cerita seperti pada gambar dibawah ini)

IMG_1274_resize

IMG_1061

IMG_1083

IMG_1243

IMG_1326

pedrosa1_lagunasecafp2_2012

kalau yg ini motogp beneran…bukan CBR 600 RR, yg penting CBR kalau didandanin mirip…

pengen ngetest juga sebenernya yg seperti ini.

Saat posisi menikung ditikungan tajam, CBR 600 ini sangat mudah dijinakkan karena memakai sistem Unit Pro-link pada suspensi belakang sama seperti yang dipakai di MotoGP dan menggunakan Honda Electronic Steering Damper (HESD) atau stabiliser stang digital, jadi dengan nyaman saya dapat selalu mengontrol posisi mengendarainya disegala situasi terutama saat memiringkan motor dan menempelkan dengkul diaspal. Motor akan sangat dengan mudahnya menuruti kemauan kita untuk tetap nempel pada racing line yang kita pilih. Suspensi standart yang sudah disetel sesuai keiginan dan sistem pengereman saya rasa cukup mumpuni karena CBR yang saya pakai ini memakai kampas kompetisi walau masternya tetap tokico standart pabrikan, cukup tekan dengan dua jari dari jarak 100m bisa melunakkannya sebelum masuk tikungan dari kecepatan topspeed.

Mungkin karena terlalu konsentrasi saat balap, saya tidak terlalu melihat berapa angka tertinggi topspeed saat kejar mengejar dengan motor superbike atau kompetitor lain, dengan laptime saya yang masih jeblok 1:38 besar setelah sebelumnya baru terbiasa memakai motor 250cc tentu semua adalah sebuah pengalaman unik dan hasil kerja keras dukungan Tim dan kerja keras Dhani Bikeart yang membawa saya bisa naik kelas dari bebek underbone di MP5 hingga saya memakai Kawasaki 250 lalu Honda CBR 600RR, Yamaha R6 juga Honda CBR 1000 2010. Mimpi memang sudah menjadi kenyataan jadi pembalap profesional sekaligus tester motor tidak terbayangkan sebelumnya..( By Ricky Ristan).

(photo by Dhani Bikeart 2008 kecuali yg MotoGP)

CBR 600 RR thn pembuatan 2008

Topspeed terbaik disentul 265km/jam

Lap tercepat 1 menit 38,08 detik

Pada kondisi siang terik, suhu aspal sirkuit mencapai 58C dan suhu sekitar 38C

Bahan Bakar Pertamax

Oli Repsol Synthetic Racing

Ban Micheelin Pilot Depan 120-60/17, Belakang 180-70/17

2 thoughts on “Test Honda CBR 600RR 2008 VS Yamaha R6 VS Superbike ( GSX-1000RR K8,CBR 1000RR, Ducati 999, 1098)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s