Mengenal Dinding Silinder Mesin Motor

pic_motors_tech_satriaf150_scem

Motor-motor masa kini telah banyak menggunakan tehnologi baru seperti di motor Kawasaki Ninja, Suzuki Satria Fu, serta Yamaha Vixion. Apa perbedaan ketiganya, setelah masing-masing pabrikan ATPM lokal mempromosikan tehnologi yang mereka kenakan pada kendaraannya masing-masing, apakah kelebihan serta kekurangan tehnologi ini?

Kawasaki Ninja 150R dan 150RR

Super Electrofussion Cylinder memang sudah menjadi standar Kawasaki NInja. Teknologi keempat ini tidak langsung berhubungan dengan gas NOx ( Nitrogen Oxida ) dan CO ( Carbon Monoksida ) ataupun HC ( Hidro Carbon ) tapi lebih ke arah kabut asap yang selalu menyelimuti bila motor 2 tak biasa ( selain Ninja ) melewati kita. Seperti diketahui, Kawasaki Ninja menggunakan Super Electrofussion Cylinder dimana silinder seakan memiliki pori-pori yang dapat menahan oli pellumas didalamnya. Karena teknologi tersebut, penggunaan oli pada motor Ninja dijamin tidak berlebihan karena untuk urusan pelumasan dapat dipastikan adanya pelumas yang cukup dalam “pori-pori” nya Super Electrofussion Cylinder. Bagian dalam dari silinder Ninja terbuat melalui proses elektro-fusi dari logam tertentu, yaitu molybdenum dan High Carbon Steel. Kawat molybdenum dan kawat high carbon steel dengan diameter 1,4mm dimasukkan bergantian sepanjang silinder kemudian dialiri listrik sebesar 15.000 volt ( “diledakkan”- untuk molybdenum 15.000 volt dan High Carbon Steel 13.000 volt ) sehingga logam tersebut berubah bentuk menjadi partikel-partikel yang melebur ke permukaan silinder dan membentuk lapisan logam khusus yang sangat tipis di bagian dalam silinder tersebut ( martensite = susunan besi dan karbon yang kuat ). Proses tersebut diulang beberapa kali ( Molybdenum 7 kali, High Carbon Steel 14 kali ) sehingga akhirnya terbentuk lapisan yang sangat kuat ( ketebalannya kurang lebih 0,070 mm ). Permukaan lapisan hasil peledakan ini bersifat dapat menyerap dan menahan oli pelumas ( porous ) dimana dalam celah-celah halus inilah oli akan tinggal di dalamnya sehingga terhindar adanya gesekan langsung antara dinding silinder dengan piston. Jadi disamping lapisan hasil elektro-fusi tersebut sangat kuat, lapisan itu menjamin pelumasan yang terus menerus bagi gesekan piston dengan dindingnya. Itulah sebabnya boleh dikatakan dengan sistem elektrofusi ini silinder tidak akan pernah perlu di korter ( oversize ) disamping bahwa sistem ini menjamin pemakaian oli yang cukup, yang tentu juga mengurangi kemungkinan terbakarnya oli secara berlebihan yang menyebabkan knalpot mengeluarkan polusi berupa asap putih. Sehubungan dengan kelebihan-kelebihan pada Super Electrofussion Cylinder ini PT Kawasaki Motor Indonesia memberikan garansi 3 tahun atau 50.000 km tanpa korter.

Suzuki Satria FU-150

SCEM ( Suzuki Composite Electrochemical Material )

Teknologi orisinal temuan Suzuki. Silinder dari bahan aluminium dilapisi SCEM (lapisan beberapa mikron) yang sangat tipis namun kuat. SCEM melepaskan panas mesin secara efisien sehingga suhu mesin tetap pada suhu ideal. Berkat SCEM bobot mesin juga menjadi lebih ringan dari mesin 125cc.

Yamaha Vixion 150 & Jupiter MX 135

The DiASil Cylinder lahir dari alumunium die casting tehnology kelas dunia YAMAHA.

Terdiri dari sebuah alumunium alloy 20% berisikan silicon yang telah dikeraskan dengan sangat keras, sehingga layak menjadi lapisan dinding yang kuat dan terpercaya untuk landasan baja. Dan hasilnya keseluruhan silinder dibuat dari alumunium, konduktor panas yang lebih baik, yang berarti dinding silinder mengantarkan panas yang lebih baik juga bobotnya dapat berkurang (perbandingan alumunium dengan baja berbanding 3.1 kali- alumunium lebih baik sebagai pelepas panas lebih cepat).

Selain Jupiter MX-135, YZF-R15 untuk motor keluaran YAMAHA baru ini diperlengkapi dengan alumunium dengan tehnology ini yang dinamakan DiASil Cylinder and a forged piston, tipe piston yang sama digunakan pada motor supersport bike bercc-600cc. Penerapan kedua tehnology ini membuat panas mesin lebih merata diserap dan cepat hilang sehingga dapat mengatasi kendala kehilangan tenaga saat performa puncaknya, dan membantu penghematan bahan bakar, The DiASil Cylinder ini memberikan lapisan khusus untuk dinding piston untuk pelumasan oli yang lebih baik.(danspeed-bikeart2013)

Motor-motor masa kini telah banyak menggunakan tehnologi baru seperti di motor Kawasaki Ninja, Suzuki Satria Fu, serta Yamaha Vixion. Apa perbedaan ketiganya, setelah masing-masing pabrikan ATPM lokal mempromosikan tehnologi yang mereka kenakan pada kendaraannya masing-masing, apakah kelebihan serta kekurangan tehnologi ini?

(danspeed-bikeart2013)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s