Sejarah MotoGP part 1

as

Masih segar ingatan kita drama di MotoGP Sepang pekan lalu, dimana perseteruan antara Valentino Rossi dan Marc Marquez yang berimbas “panasnya” komen – komen fans fanatik dari kedua pembalap tersebut di dunia maya, dan juga analisis para ahli dunia balap khususnya MotoGP, ada baiknya kita redakan sejenak sampai nanti kita mengetahui akhir dari drama MotoGP tahun ini di Valencia antara Jorge Lorenzo, Valentino Rossi, dan juga Marc Marquez dengan mengenang sejarah diadakannya gelaran balap MotoGP.

Mungkin banyak yang belum mengetahui awal mula digelarnya balap MotoGP dan tepatnya kapan ?. Sejarah mencatat pagelaran yang di selenggarakan oleh FIM ( Fédération Internationale de Motocyclisme ) badan tertinggi dunia yang mengatur segala bentuk kegiatan balap motor di ini berawal pada tahun 1949. Pagelaran ini telah diselenggarakan secara tradisional untuk beberapa kelas motor berdasarkan kapasitas mesin dan kelas sidecars ( motor bersespan ). Kelas – kelas yang diperlombakan pada saat itu adalah 50 cc, 125 cc, 250 cc, dan 500 cc untuk motor single seater dan untuk sidecars 350 cc dan 500 cc.

Pada tahun 1950 – 1960, motor bermesin 4 tak menguasai semua kelas, namun pada akhir 1960 motor bermesin 2 tak mulai menguasai kelas – kelas motor ber cc kecil, dan akhirnya pada tahun 1970 motor bermesin 2 tak benar – benar mengalahkan dominasi motor bermesin 4 tak. Tahun 1983 kelas 350 cc dihapus dan menyusul kemudian pada tahun 1984 kelas 50 cc diganti dengan kelas 80 cc dimana pembalap asal spanyol dan italia mendominasi ajang kejuaran motor bermesin 80 cc ini,hingga akhirnya ditiadakan pada tahun 1990 bersamaan dengan kelas sidecars dan hanya menyisakan kelas 125 cc, 250 cc dan 500 cc.GP 500, kelas yang menjadi puncak balap motor Grand Prix, telah berubah secara dramatis pada tahun 2002. Dari pertengahan tahun 1970-an sampai 2001 kelas puncak dari balap GP ini dibatasi 4 silinder dan kapasitas mesin 500 cc, baik jenis mesin 4 tak ataupun 2 tak. Akibatnya, yang mampu bertahan adalah mesin 2 tak, yang notabene menghasilkan tenaga dan akselerasi yang lebih besar. Pada tahun 2002 sampai 2006 untuk pertama kalinya pabrikan diizinkan untuk memperbesar kapasitas total mesin khusus untuk mesin 4 tak menjadi maksimum 990 cc, dan berubah menjadi 800 cc di musim 2007. Pabrikan juga diberi kebebasan untuk memilih jumlah silinder yang digunakan antara tiga sampai enam dengan batas berat tertentu. Dengan dibolehkannya motor 4 tak ber-cc besar tersebut, kelas GP 500 diubah namanya menjadi MotoGP. Setelah tahun 2003 tidak ada lagi mesin 2 tak yang turun di kelas MotoGP. Untuk kelas 125 cc dan 250 cc secara khusus masih menggunakan mesin 2 tak

17 seri di 15 negara menjadi bagian dari gelaran MotoGP disetiap tahunnya,dimana spanyol paling banyak dengan menggelar 3 seri balapan. –( muh_chrysa )

index

images

1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s